BAHASA INDONESIA

KUTIPAN

Kutipan adalah peminjaman kalimat atau pendapat atau gagasan orang lain dari sumber tertentu yang telah teruji berdasarkan penelitian atau karya ilmiah. Salah satu tujuan pengutipan adalah untuk mendukung argumen dalam tulisan Anda sendiri. Kutipan dapat digunakan sebagai bukti teks referensi. Fungsi kutipan adalah untuk memperkuat atau memperkukuh pendapat atau gagasan yang direpresentasikan dalam sebuah artikel ilmiah. Selanjutnya, pengutipan artikel ilmiah dilakukan demi terhindarnya penulis dari istilah plagiarisme atau penjiplakan yang melanggar hak cipta. Pengetahuan mengenai pengutipan harus diketahui caranya bagi siapapun yang ingin menjadi penulis. Cara mengutip terbagi menjadi dua: Kutipan langsung dan tidak langsung. Selain untuk memperkukuh argumen dan menghindari plagiarisme, kutipan dapat digunakan untuk landasan teori, penjelasan suatu deskripsi, atau sebagai penunjang bukti dari sebuah argumen sehingga menjadi argumen yang berdasar, bukan tidak berdasar. Hasil tulisan penelitian harus berupa gagasan penulis asli, bukan rangkaian kutipan dari penulis-penulis lain. Oleh karena itu, jika ingin mengutip, sebaiknya pertimbangkan untuk tidak selalu menggunakan kutipan langsung, cobalah variasikan kutipan tersebut secara tidak langsung. Kutipan harus mampu mengembangkan ide penelitian. Tak hanya itu, kutipan harus memungkinkan pengembangan ide-ide penelitian.

KATA SERAPAN

Kata serapan adalah kata yag berasal dari bahasa di luar bahasa Indonesia yang telah dintegrasikan ke dalam bentuk bahasa Indonesia dengan berbagai metode, seperti adopsi, adaptasi, pungutan, kreasi dari bahasa daerah atau luar daerah/negera, dsb. Pengucapan dan ejaan dapat disesuaikan dengan aturan yang berlaku. Selain itu, jika dilihat dari penyerapannya, kata serapan dapat dilakukan dengan perubahan, tetapi juga dapat dilakukan dalam bentuk penyesuaian pengucapan atau ejaan. Secara umum, kata serapan berfungsi untuk memperbanyak kosakata dan membekali pengguna bahasa Indonesia dengan pengetahuan bahasa asing yang lebih banyak. Di samping itu, ciri-ciri kata serapan hanya memiliki satu makna, tidak memiliki sinonim dan antonim dalam kalimat, dan tidak adanya perubahan dalam maknanya.

PANTUN

Pantun merupakan salah satu jenis puisi lama yang masih terkenal sampai sekarang. Teman-teman pun pasti setidaknya pernah mendengar pantun tidak hanya di dalam pelajaran bahasa Indonesia, melainkan juga di acara-acara hiburan adat sampai program hiburan komedi di stasiun televisi. Karena berbagai hal ini pula lah, tidak ada alasan untuk enggan untuk mempelajari pantun dan jenis-jenisnya.

KATA BAKU

Kata baku atau kata formal adalah kata-kata yang digunakan setelah melalui proses standardisasi bahasa. Artinya, kata-kata tersebut telah dibakukan atau istilahnya telah mengalami kodifikasi, yaitu terdafar di dalam kamus. Hal ini bertujuan agar bahasa Indonesia, dengan segala varian kata-katanya, dapat secara jelas digunakan dalam ragam ilmiah ataupun digunakan untuk pemelajaran bagi orang asing. Kata baku dapat ditemui di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Perlu diketahui bahwa karena sifat bahasa yang dinamis, KBBI setiap beberapa tahun sekali diperbarui, dan kini KBBI telah sampai pada jilid V. Artinya, terdapat kata-kata baru atau kata-kata yang sudah ada pada edisi sebelumnya yang tidak mengalami perubahan ejaan ataupun sebaliknya. Jadi, sebaiknya kita dalam menulis menggunakan referensi kata-kata baku dari KBBI edisi terbaru, yang kini sudah dapat diunduh pada Playstore atau Apple Store.

KATA TIDAK BAKU

Sementara itu, kata tidak baku atau kata informal adalah kata-kata varian dari kata-kata baku yang pada umumnya digunakan dalam ragam cakap. Kata tidak baku terjadi karena setiap orang memunyai dialeknya masing-masing sehingga pengucapan dari tiap-tiap orang berbeda. Contohnya, setiap orang cenderung telah terbiasa dengan penggunaan kata resiko. Akan tetapi, pada KBBI V tertulis risiko. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan seseorang terhadap ragam bahasa Indonesia, yaitu ragam tulis dan ragam capa. Ragam tulis menggunakan kata baku, sedangkan ragam nontulis menggunakan kata tidak baku Oleh karena itu, pada mulanya seseorang akan merasa kesulitan ketika menulis karena harus menyesuaikan kata-kata yang telah terbiasa digunakan dengan KBBI .

  • MENU UTAMA
  • DICKY ARIF